Modul 1 — FondasiGratis

Apa itu systematic trading

8 menitPelajaran 1 dari 11

Kenapa aturan yang bisa diuji mengalahkan feeling, dan apa bedanya discretionary trader dengan systematic trader.

Discretionary trader mengambil keputusan dari penilaian saat itu juga: "pola ini kelihatan bagus, saya masuk". Systematic trader menuliskan keputusannya jadi aturan yang bisa diulang, lalu menguji aturan itu ke data historis sebelum satu rupiah pun dipertaruhkan.

Bedanya bukan soal pintar atau tidak. Bedanya adalah akuntabilitas: aturan yang ditulis bisa diukur, diperdebatkan, dan diperbaiki. Feeling tidak bisa di-backtest.

Tiga pertanyaan yang harus dijawab sistem

  1. Kapan masuk? (sinyal entry yang presisi — tidak ada "kira-kira")
  2. Berapa besar posisinya? (sizing — bagian yang paling sering diabaikan pemula)
  3. Kapan keluar? (take profit, stop, atau aturan exit berbasis waktu/kondisi)
Kesalahpahaman paling umum

Pemula menghabiskan 90% waktu di pertanyaan pertama (sinyal masuk) dan hampir nol di pertanyaan kedua (sizing). Di kelas ini urutannya kita balik: sizing dan risiko lebih menentukan hasil jangka panjang daripada sinyal entry.

Di modul-modul berikutnya kita akan membuktikan klaim itu dengan angka, bukan opini.

Intinya

Systematic trading = keputusan yang ditulis jadi aturan, lalu diuji ke data sebelum dipertaruhkan.